10 Cara Gila Jadi Milyuner Cepat

1. Jangan Takut Ambil Keputusan Gila
Punya pekerjaan kantoran, setiap hari duduk nyaman di ruang ber-AC dan bisa memberikanmu penghasilan 10 juta tiap bulannya? Selamat! Apakah ini berarti pencapaian karirmu sudah final? Tunggu dulu. Pikirkan ulang jika kamu ingin selamanya bertahan di pekerjaan tersebut. Sadarilah jika dalam hidup masih banyak kesempatan lain yang bisa kamu dapatkan.
Hidup itu misteri yang jawabannya tidak akan pernah selesai dicari. Kamu nggak pernah tahu kan kalau sebenarnya kamu akan lebih sukses jika memilih resign dari pekerjaan dan mencoba jadi pebisnis online? Bagaimana jika jalan kesuksesanmu ternyata dimulai depan komputer di rumah? Lihat semua kesempatan di sekelilingmu dan jangan pernah meremehkannya.



2. Mulai Belajar Bekerja Sejak Masih Muda

Tahukah kamu kalau banyak orang sukses mulai belajar bekerja dari usia kanak-kanak? Bill Gates belajar pemograman komputer sejak dia masih berumur 12 tahun. Saat dia masuk Harvard, Gates jadi salah satu yang terbaik diantara seluruh temannya.
Warren Buffet sudah jadi pengantar koran sejak dia bisa naik sepeda. Carlos Slim, seorang investor terkenal dari Meksiko sudah dipercaya mengelola bisnis keluarga sejak masih berusia 14 tahun. Mereka yang sudah memiliki pengalaman bekerja dari muda tidak akan gagap menghadapi dunia kerja yang sebenarnya dimasa depan. Jadi kalau mau sukses, coba deh kurangi nongkrong dan mulailah cari kerja part-time.


3. Dijuluki Gila Kerja? Cuekin Aja

Nggak ada orang sukses yang tidak posesif terhadap pekerjaan yang dia lakukan. Kalau kamu mau sukses, sifat workaholic memang diperlukan. Pendiri Twitter dan Square saja mengalokasikan waktunya 16 jam untuk kerja, Kalau kamu memang benar-benar mau sukses, cintailah pekerjaanmu.
Gak usah takut dibilang gak bisa bagi waktu antara kehidupan sosial dan kehidupan profesional. Masa bodo aja dulu, fokuslah untuk kerja-kerja dan kerja sampai kesuksesan ada di tanganmu. Saat kemapanan sudah tercapai, kamu akan mulai bisa menyeimbangkan ritme hidup. Tentunya hidup yang seimbang akan lebih nyaman dijalani saat sudah ada stabilitas finansial bukan?


4. Belajar Untuk Peka Terhadap Kebutuhan Orang Lain

Apa hubungannya peka dengan kebutuhan orang lain dan keinginanmu untuk menjadi jutawan –atau bahkan milyuner? Tentu ada, guys! Bisa tahu kebutuhan orang adalah keterampilan yang tidak dimiliki semua pribadi. Keterampilan ini akan berguna di dunia kerja, juga akan sangat membantu kalau kamu ingin punya bisnis sendiri.
Jadilah orang yang ringan membantu. Jangan malas menawarkan bantuan sederhana ke rekan kerjamu. Sesimpel nawarin, “Siapa yang mau nitip bungkus makan siang” deh. Dengan terus menebalkan insting terhadap hal yang dibutuhkan lingkungan sekitar, akan lebih mudah bagimu untuk mencari celah menciptakan ide bisnis. Kalau kamu sudah tahu makanan apa yang digemari orang disekitarmu, bisnis kuliner akan lebih ramah untukmu.


5. Berhenti Untuk Selalu Rasional

Bikin bisnis pakaian tapi nggak sesuai dengan trend fashion? Gila! Ya gimana mau sukses? Siapa yang bakal beli baju yang gak up to date?  Selalu rasional justru bukan kualitas yang dimiliki mereka yang sukses.
Mulai mencobalah untuk ambil keputusan irasional yang kamu anggap akan menguntungkan. Jago desain grafis dan merasa bisa kamu kembangkan jadi start up company di bidang game developer tapi gak punya modal? Jual motormu. Jangan pikir dulu berapa lamu kamu akan balik modal. Jalani saja dulu. Insting dan rasionalitas memang kadang tidak sejalan. Tapi mengikuti keyakinan bisa membuatmu menaklukkan perhitungan matematis dan jadi sukses.


6. Buka Diri Untuk Berteman Dengan Mereka yang “Bejat”


Kalau ingin jadi milyuner, tidak cukup menghilangkan batasan berdasar perhitungan rasional. Kamu juga perlu mengenyahkan stigma yang ada bahwa, “Berteman dengan mereka yang bejat juga akan membuatmu jadi bejat”. Buka dirimu seluas-luasnya untuk bergaul dengan siapapun.
Memiliki teman dari berbagai latar belakang akan membuatmu sadar bahwa dunia terdiri dari berbagai macam orang. Manusia diluar sana punya macam-macam pribadi yang bisa bikin kamu melongo heran. Tapi dari mereka kamu justru bisa belajar untuk menghadapi kebrutalan hidup. Mulai sekarang, jangan cuma bergaul dengan sesama mahasiswa atau rekan kerja saja. Bertemanlah dengan preman, tukang ojek, cleaning service, sampai mantan residivis. Kamu tidak akan pernah tahu pintu kesuksesanmu akan datang darimana, bukan?


7. Jangan Khawatir Dianggap Aneh dan Jadi KorbanBully.Kalau Perlu, Jadilah Orang Aneh.

Menjadi milyuner membutuhkan kesiapan diri untuk menghadapi tekanan. Kalau sedari muda kamu tidak biasa berdamai dengan hal yang membuatmu terpojok dan stres, bagaimana bisa kamu menghadapi tekanan yang lebih besar kelak?
Jangan pernah takut jadi pribadi yang menunjukkan dirimu apa adanya, walau kamu akan dianggap aneh oleh orang di sekitarmu. Bahkan selebriti sesukses Emma Watson aja dianggap aneh kok sama teman-teman kampusnya. Emma selalu diejek bahwa ia hanya sedang mengejar poin untuk Gryfindor setiap berusaha menjawab pertanyaan di kelas. Apakah ini membuatnya berhenti sekolah? Nggak tuh, buktinya dia baru saja diwisuda.

Kamu nggak perlu khawatir diolok-olok oleh teman-temanmu. Tetap lakukan yang kamu suka. Tunjukkan jati diri dan pribadimu. Menyembunyikannya justru membuatmu kehilangan waktu untuk menggali keunikan yang gak semua orang punya. Kalau kamu di-bully ubah cemoohan itu jadi semangat untuk membuktikan bahwa kamu akan lebih sukses dari mereka yang mengejekmu.
  

8.Biasakan Diri Untuk Menjadikan Uang Saku Atau Gaji Sebagai “Modal”

Gak ada milyuner yang mendapatkan kekayaan dari kerja kantoran seumur hidup. Jadi, biasakan dirimu untuk berusaha mencukupi kebutuhan bukan dari gaji atau uang saku bulanan yang kamu terima. Ini nggak berarti kamu harus jadi wirausahawan sekarang juga, tapi mulailah mencoba untuk merubah cara pandang terhadap pemasukan.
Anggap uang yang masuk ke rekeningmu setiap bulan itu adalah “modal”. Kamu punya kewajiban untuk memutarnya agar bisa menghasilkan lebih. Terserah mau gimana caranya. Investasi, bisnis online shop atau buka franchise, yang penting gajimu tidak habis untuk kebutuhan konsumsi.
Kalau kamu udah punya anak, cara ini juga bisa kamu terapkan untuk mendidik mereka jadi calon jutawan masa depan. Jangan kasih uang saku, tapi berikan mereka modal. Latih anak-anakmu untuk membuat ide bisnis dari kecil. Jadilah investor bagi bisnis awal mereka.


9. Bergaul Dengan Mereka yang Lebih Miskin

Selama ini kamu memilih teman karena kesamaan gaya hidup? Ubahlah sudut pandang itu. Cari teman yang punya cara hidup yang berseberangan denganmu. Apakah: “Euh,males ah mereka gak bisa diajak nongkrong di kafe yang oke” atau “Kalau nanti mereka minjem duit mulu, gimana?”  – jadi beban pikiranmu? Tunggu sampai beberapa tahun lagi.
Mereka yang datang dari latar belakang ekonomi yang lemah justru punya determinasi kuat dibandingkan temanmu yang hobi beli kopi seharga 50 ribu itu

Karena ingin mengubah nasib, mereka akan memutar otak untuk menciptakan sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Orang yang sudah terlalu nyaman dengan hidupnya nggak akan punya semangat ini. Kalau kamu bisa mengambil semangat gigih pantang menyerah tersebut, maka hampir bisa dipastikan setengah kesuksesan sudah ada di jangkauanmu.

10. Bentuk Sistem Nilaimu Sendiri

Mereka yang super sukses adalah mereka yang menembus batas normal. Mereka menciptakan definisi normal mereka sendiri. Saat ini yang perlu kamu persiapkan adalah pemahaman matang soal hal-hal mendasar tentang baik dan buruk. Seperti: apa definisi korupsi buatmu, bagaimana cara berbagi ke orang lain yang cocok untukmu, juga cara menilai integritas seseorang dalam hidup.
Sisanya? Semua terserah padamu. Kamu nggak perlu mendengar kata orang untuk memberi tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Kamu berhak menentukan sistem nilai yang kamu yakini sendiri. Teguh pada keyakinan ini akan membuatmu terus fokus dan tidak mudah terguncang dalam jalan terjal menuju kesuksesan.

Gimana menurutmu? Walau terkesan ekstrim dan berbeda dari nilai yang selama ini kamu yakini, tidak ada salahnya dicoba bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar