Saat semua terlihat sulit, jangan MENYERAH!

Hidup memang tidak mudah, akan selalu ada rintangan dan hambatan yang menghadang kita. 
Tetapi ingatlah selalu bahwa kita adalah manusia yang punya jiwa, jiwa yang sangat kuat.
Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan dalam menciptakan jiwa seorang manusia. Tak ada satu pun karya Tuhan yang cacat, semua sudah sempurna datang dari Tuhan.
Jangan biarkan hidup menjadi sia-sia karena kita menyerah, ingatlah selalu bahwa kita adalah orang yang beruntung.
Jangan menyerah, kawan.
Milikilah pikiran positif.
Jalani hidup dengan penuh rasa syukur, dan biarkan Tuhan membantu Anda menggapai semua impian kesuksesan dan keberhasilan Anda.
Tetap semangat dan jangan pernah menyerah.

Dari bisnis di garasi sampai jadi terkaya 30 dunia

Dalam daftar orang terkaya di Amerika baru-baru ini, terselip dua nama yang cukup fenomenal. Masih muda, usianya baru di awal 30-an, namun kekayaannya mencapai miliaran dolar. Nama kedua orang itu adalah Larry Page dan Sergey Brin. Mereka adalah pendiri Google, situs pencari data di internet paling terkenal saat ini.

Tercatat kekayaan mereka sekarang sudah mencapai:

$24.900.000.000

Terlepas dari jumlah kekayaan mereka, ada beberapa hal yang perlu dicontoh dari kisah sukses mereka. Satu hal yang pertama, yang disebut Sergey Brin, yang kini menjabat sebagai Presiden Teknologi Google, yakni tentang kekuatan kesederhanaan. Menurutnya, simplicity web adalah hal yang disukai penjelajah internet. Dan, Google berhasil karena menggunakan filosofi tersebut, menghadirkan web yang bukan saja mudah untuk mencari informasi, namun juga menyenangkan orang.



Kunci sukses kedua adalah integritas mereka dalam mewujudkan impiannya. Mereka rela drop out dari program doktor mereka di Stanford University untuk mengembangkan google. Mereka pun pada awalnya tidak mencari keuntungan dari proyek tersebut. Malah, kedua orang itu berangkat dari sebuah ide sederhana. Yakni, bagaimana membantu banyak orang untuk mempermudah mencari sumber informasi dan data di dunia maya. Mereka sangat yakin, ide mereka akan sangat berguna bagi banyak orang untuk mempermudah mencari data apa saja di internet.

Kunci sukses lainnya yaitu mereka tidak melupakan jasa orang-orang yang mendukung kesuksesan mereka. Larry dan Sergey sangat memerhatikan kesejahteraan SDM di Google. Kantornya yang diberi nama Googleplex dinobatkan sebagai tempat bekerja terbaik di Amerika tahun 2007 oleh majalah Fortune. Di sana suasananya sangat kekeluargaan, ada makanan gratis tiga kali sehari, ada tempat perawatan bagi bayi ibu muda, bahkan sampai kursi pijat elektronik pun tersedia. Mereka sadar, di balik sukses inovasi yang dilakukan Google, ada banyak doktor matematika dan lulusan terbaik dari berbagai universitas yang membantu mereka.

Larry dan Sergey memang tak pernah menduga Google akan sesukses sekarang. Kedua orang yang terlahir dari keluarga ilmuwan ayah Sergey adalah doktor matematika, sedangkan Larry adalah putra almarhum doktor pertama komputer di Amerika ini memang hanya berangkat dari sebuah masalah sederhana. Mereka berusaha memecahkan masalah tersebut, dan berbagi dengan orang lain. Namun, justru dengan kesederhanaan dan integritas mereka, mampu membuat Google saat ini menjadi mesin pencari terdepan, dikunjungi lebih dari 300 juta orang perhari. Diterjemahkan dalam 88 bahasa dengan nilai saham mencapai lebih dari 500 dolar AS per lembar, membuat sebuah kesederhanaan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.

Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Hal tersebut nampak dari contoh kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin di atas. Google yang mereka dirikan terbukti telah membantu banyak orang untuk bisa mendapatkan apa saja dari internet. Dan kini, mereka pun mendapatkan imbalan yang bahkan tak diduga mereka sebelumnya. Kesuksesan sejati memang akan terasa saat kita bisa berbagi. Dan, Larry serta Sergey membuktikannya sendiri.

Cara Menghemat Pengeluaran Hingga 2x Lipat

Kebanyakan orang bisa menyimpan uang setiap bulan. Tapi, kebanyakan pula tak bisa menjelaskan berapa banyak uang yang bisa disisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan. “Ya, seadanya sisa uang di akhir bulan.” Jawaban ini sering kita dengar. Lebih apes lagi kalau Anda menjawab, “Ya, kalau ada sisa uang ya ditabung,” atau “Bagaimana bisa menabung, cicilan saja masih banyak?”
 
Pola pikir tersebut kurang tepat sebenarnya. Memiliki hutang, bukan berarti tidak bisa menabung atau berinvestasi. Mengubah kebiasaan dalam mengatur keuangan bisa jadi kunci sukses dalam membuat tumpukan uang di rekening semakin menggunung. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan:

1.Gambarkan apa yang akan Anda miliki ketika sudah pensiun atau di masa tua.
Kebanyakan dari kita tidak menyimpan uang untuk hari tua. Mungkin kita berpikir bahwa masa itu masih lama, dipikirkan nanti saja. Nyatanya, gambaran seperti apa yang akan Anda capai di masa tua adalah cara terbaik untuk mencapainya. Bila tidak punya gambaran, bisa jadi Anda tidak punya apa-apa di masa tua. Jangan sampai ini terjadi!

2. Tempeli kartu kredit dengan gambar tujuan finansial.
Kartu kredit memang jadi salah satu ancaman keuangan besar bila kita salah dalam menggunakannya. Agar tak sering menggunakan kartu kredit untuk hal remeh-temeh, tempelkan gambaran tujuan finansial kita. Misalnya kita ingin membeli mobil baru atau jalan-jalan ke luar negeri di kartu kredit Anda. Ketika Anda lapar mata dan siap berbelanja barang tak penting, dijamin akan mengurungkan niat ketika melihat gambar tersebut.

3. Mengunyah permen karet dan gunakan headphone ketika berbelanja.
Hal ini berhubungan dengan cara pasar swalayan memanipulasi pikiran Anda. Mengunyah permen karet akan mencegah keinginan berbelanja makanan karena ini dapat membuat merasa kenyang. Sedangkan menggunakan headphone membuat Anda mengeblok musik dari swalayan atau toko yang biasanya membuat Anda merasa sangat nyaman dan betah. Ketika dua hal itu terjadi, jangan heran bila tangan tanpa sadar mengambil barang yang sebenarnya tidak ingin kita beli ketika memasuki toko tersebut.

4. Belanja berdasar bayaran per jam kita.
Belanjalah berdasar hitungan uang yang Anda dapat dalam satu jam. Misalnya Anda mempunyai pendapatan Rp8 juta per bulan. Dengan rata-rata kerja delapan jam kerja, berarti dalam satu jam Anda dibayar atau mempunyai pendapatan Rp50 ribu. Nah, ketika akan belanja misalnya baju seharga Rp300 ribu, setara tidak dengan kerja Anda selama 6 jam? Bila koleksi baju di almari masih banyak, rasanya harga tersebut terlalu mahal.

5. Kesampingkan kebiasaan buruk Anda dengan “mantra” baru.
Lagi-lagi soal kebiasaan berbelanja. Ucapkan mantra berulang-ulang dalam hal kebiasaan belanja. Misalnya, “Saya hanya membeli baju ketika dapat bonus.” Cara ini bisa mengeblok kebiasaan membeli baju yang tidak diperlukan setiap kali gajian.

6. Gunakan trik khusus.
Anda memang tidak selalu bisa mengendalikan diri dalam berbelanja terhadap barang yang menarik hati. Tapi ada sedikit trik untuk mengatasinya. Jangan menyimpan informasi kartu kredit pada toko online atau autofill data. Selain itu kurangi intensitas belanja online dan biasakan belanja offline dengan kartu debit atau kalau bisa uang tunai. Belanja online kadang membuat orang impulsif, karena bisa dilakukan di kantor atau bahkan di sofa yang nyaman di ruang keluarga.

7. Bersenang-senang dalam menabung.
Buat menabung menjadi kegiatan menyenangkan. Misalnya saja dalam enam bulan ke depan Anda harus bisa menabung untuk mengganti home theater di rumah yang sudah berusia lima tahun. Buat tantangan misalnya bila gagal menabung, Anda harus menurunkan berat badan sebanyak 3 kg. Tapi kalau berhasil Anda boleh makan di restoran favorit setiap minggu dalam satu bulan.

Mudah dan sederhana sebenarnya, sepanjang ada niat dan kemauan kuat untuk berhemat. Nah, selamat mencoba!

Saya Calon Pengusaha

Menjadi berbeda untuk kebanyakan orang adalah hal yang sangat sulit. Berbeda itu seperti seekor kelinci di tengah kambing. Atau seperti satu pohon apel di antara deretan pohon jeruk di kebun jeruk. Padahal, menjadi berbeda itu unik, akan membuat seseorang menjadi mudah terlihat. Setiap mata seolah tertuju padanya. Tentu, akan jauh lebih baik jika beda di sini dalam konteks perbedaan yang positif.

Menjadi berbeda bisa dilakukan oleh siapa saja. Di dunia bisnis yang mengedepankan kreativitas, misalnya, perbedaan itu justru harus terus-menerus dilakukan agar hasil yang didapatkan tidak seragam dan bisa tampil menonjol di tengah kompetitor.

Jika kita memang baru belajar menjadi berbeda, ingin keluar menjadi individu yang berbeda, dan terlihat berbeda (agar hasil dari perbedaan itu bisa membuat kita mengubah keadaan sekitar menjadi lebih baik), maka hal ini yang harus kita lakukan:
 
1. Mulai Dari Pola Pikir
Pola pikir kita harus dibiasakan berbeda dengan orang lain. Seorang yang berbeda akan melihat hal-hal di hadapannya dengan sudut pandang yang kreatif. Sebuah tumpukan koran untuk orang biasa, hanya terlihat sebagai sampah yang kemudian cepat-cepat mereka kumpulkan untuk dijual kembali. Sedang untuk orang dengan pola pikir berbeda, maka tumpukan koran itu bisa saja dijadikan kerajinan seperti vas bunga, tempat pensil, bunga kertas, yang tentu saja nilai jualnya jauh lebih tinggi dari tumpukan koran yang belum diolah.

2. Jangan Takut Dicemooh
Ejekan orang lain yang tidak bisa melihat perbedaan sering menyakitkan. Dan tentu saja akan semakin menyakitkan, jika kita tidak bisa fokus pada mimpi yang selama ini ingin kita raih.

Takut dengan cemoohan orang lain kepada kita, itu artinya kita belum memiliki mental yang kuat. Jika itu yang terjadi maka yang harus kita perbaiki lebih dahulu adalah mental kita dalam menghadapi orang lain. Lakukan sesuatu yang berbeda dalam skala kecil terlebih dahulu. Misalnya mencoba mengemukakan opini kita yang berbeda dari orang lain, atau mencoba mengembangkan imajinasi seluasnya (bisa dipelajari dari anak-anak). Jika kita merasa tidak masalah dengan hal seperti itu, itu artinya kita sudah mulai melangkah di bagian awal zona bernama perbedaan.

3. Belajar Berani
Agar bisa menjadi berbeda, yang wajib kita miliki adalah keberanian—berani untuk melakukan hal-hal yang berbeda dan yakin perbedaan itu akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bermanfaat.

Belajar berani mengambil keputusan untuk tidak hanya menjadi pengikut, adalah hal paling awal yang bisa kita pelajari. Berani berkata tidak adalah langkah berikutnya. Berani mengecewakan orang lain untuk hal yang sifatnya prinsip dan kita anggap benar adalah langkah yang lainnya lain.
 
4. Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Hal berbeda yang kita lakukan, ketika sudah menemui jalan suksesnya, akan mendatangkan orang-orang yang akan mengikuti/meniru apa yang kita lakukan. Kita tidak perlu berhenti atau putus asa karena hal itu. Kita juga tidak perlu berhenti di tengah jalan hanya karena ide kita dicuri orang lain. Kita adalah kepala dan pengikut kita adalah ekor. Tugas kita terus mencari inovasi sesuatu yang berbeda.

Percayalah yang pertama selalu menjadi yang diingat oleh orang lain.
 
5. Mulai dari Sekarang!
It’s now or never, itu kata sebuah lagu. Ambil keputusan sekarang atau tidak sama sekali.
Berlama-lama berpikir untuk mengambil keputusan, hanya akan menghasilkan kebimbangan, bukan keputusan yang matang. Kita akan menjadi ragu dan semakin takut untuk mengambil keputusan. Maka, lakukan sekarang. Dan nikmati kenyataan bahwa menjadi berbeda itu membuat hidup kita jauh lebih berwarna.

Catatan: Harus diingat, sekadar berbeda saja belum cukup. Cari nilai manfaat yang bisa dikembangkan dari perbedaan yang kita buat. Jika itu bisa kita lakukan, niscaya nilai kreatif dari hasil perbedaaan itu bisa membuat kita sukses di berbagai bidang. Selamat mencoba!

Masa Lalu

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan kelak  nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah untuk menyambung hidup dan bekerjalah dengan rajin untuk menghidupi dirimu sendiri.”

Tak berapa lama, uang yang ditinggalkan pun habis terpakai. Sejenak ia melongok buku-buku peninggalan ayahnya. Ia teringat pesan dari orangtuanya agar belajar dari buku tersebut. Karena malas, ia mengambil jalan pintas. Buku itu dijual kepada teman yang mau membeli karena kasihan. Sebagai gantinya, ia mendapatkan beras untuk makan sehari-hari.

Beberapa saat kemudian, si pemuda harus mulai bekerja kasar demi menyambung hidup. Yang membuatnya heran, teman yang dulu membeli bukunya, kini hidupnya kelihatan nyaman dan semakin maju. Karena penasaran ingin tahu, apa yang membuat teman tadi bisa berhasil hidupnya, dia mendatangi dan bertanya.

Meski sempat tidak mau membuka rahasia, setelah didesak dan kasihan melihat nasib si pemuda, akhirnya si teman terbuka. “Sebenarnya, aku sangat terbantu dengan buku yang kamu jual padaku. Dulu aku beli buku itu karena kasihan kepadamu. Kubiarkan saja berdebu di sudut kamar. Suatu hari, iseng karena ingin tahu, kubaca dan ternyata, wahh...isinya bagus sekali! Sebuah pelajaran hidup yang luar biasa.”

“Bukan itu saja,” sambung temannya. “Di dalam buku itu terselip pesan, agar  si pembaca setelah menguasai isi buku tersebut mau praktik dengan sungguh-sungguh. Sungguh, aku beruntung aku mendapat buku itu darimu. Lihat, hidupku jadi berubah. Sebenarnya, dari mana buku-bukumu itu berasal?”

Mendengar cerita temannya itu, si pemuda sangat menyesal. Harta peninggalan ayahnya ternyata jauh lebih berharga dari yang ia kira. Karena malas membaca, kini ia hanya jadi pekerja kasar yang hidup ala kadarnya.

“Buku itu sebenarnya warisan dari orangtuaku,” jawab si pemuda. “Jujur, aku malas membacanya dan tidak tahu kalau ayahku menyimpan pesan yang sangat berharga. Sungguh, aku menyesal. Teman, boleh aku pinjam kembali buku-buku itu untuk memulai hidupku yang baru? Aku ingin bisa mengubah hidupku menjadi lebih baik.”

Netter yang Luar Biasa,

Demikianlah, banyak hal yang kadang tak kita mengerti dari pilihan-pilihan yang kita jalani. Sering mengundang penyesalan, seperti si pemuda tadi. Tapi bagi yang mau belajar, setiap kegagalan, setiap kesalahan pasti punya nilai pembelajaran. Maka, ada ungkapan "hal yang sudah berlalu tak perlu disesali". Sudah sepatutnya kata-kata bijak tadi kita jadikan pegangan hidup. Jika hari ini kita gagal, kita siap bangkit lagi!

Mari, jangan sesali yang sudah berlalu, jangan pula takut pada masa depan. Kita belajar dari banyak kesalahan dan segala ketidaknyamanan, untuk mengambil pilihan yang ada pada hari ini sebagai dasar pijakan meraih keberhasilan yang lebih membanggakan. Tetap berjuang!