suaramerdeka.com. Bercinta dalam posisi berdiri (standing up sex) memang membutuhkan keseimbangan, kerja sama dan stamina. Jika itu soal rasa, saya kembalikan kepada Anda semua.
Standing up sex memang menjadi posisi yang paling banyak diminati, bahkan dijadikan referensi bagi banyak pasangan yang tertarik berpetualang dan menginginkan sebuah kegiatan intim yang menggebu-gebu.
Menjajal posisi ini tentu saja tak perlu repot memilih tempat, karena dimanapun Anda dan pasangan bisa melakukannya.
Menurut informasi yang berhasil dikutip Cybernews dari datinglove, posisi ini memiliki ragam cara untuk dinikmati. Soal sensasi, itu tergantung pilihan tempat dan posisi mana yang menurut Anda dan pasangan akan mengundang gairah.
Berikut ini bermacam posisi dan tempat yang pas untuk melakukan standing up sex:
1. Di Kantor Pribadi Pasangan
Seharian pasangan Anda larut dalam tumpukan tugas dan pekerjaan, itu membosankan. Ajaklah dia melupakan sejenak aktivitas dan kepenatan akibat beban kerjanya yang menumpuk.
Buatlah dia merasa nyaman dengan memberikan sedikit 'hiburan' di dalam ruang kerjanya. Tak perlu membersihkan meja kerja dan mencari sofa yang nyaman untuk bercinta, karena cukup dengan posisi berdiri saja, maka Anda telah berhasil membuatnya berpaling sejenak dari kepenatan.
2. Di Kamar Mandi
Membersihkan diri bersama di bawah guyuran air hangat dari shower sangat pas dan mendukung untuk melakukan posisi standing. Berpeganganlah pada bahu kekarnya, jika memungkinkan, minta si dia mengangkat Anda dan lingkarkan kaki Anda di pinggangnya. Posisi ini akan membantu Anda dan si dia meraih orgasme dengan kenikmatan tersendiri.
3. Di Depan Cermin
Bercinta di atas ranjang mungkin saja membosankan. Kenapa tak mencoba posisi standing ini di depan cermin rias Anda. Anda dan pasangan akan lebih leluasa menikmati secara visual tubuh Anda dan si dia saling mendekat dan intim. Posisi ini juga membuat Anda dan pasangan lebih mudah mencapai orgasme.
4. Di dalam Kolam Renang
Saat berenang bersama dan menikmati dinginnya air kolam di rumah Anda, cobalah menjajal posisi standing ini. Berpeganganlah Anda di bahu atau melingkar di pinggangnya. Agar lebih leluasa dan nyaman mencoba posisi ini, Anda bisa pula bersandar pada tepian kolam. Berdirilah berhadapan dan saling tatap untuk menciptakan keintiman.
5. Di Atas Balkon
Jika memilih melakukan posisi standing di balkon atau teras di lantai atas rumah Anda, pastikan kegiatan intim Anda ini tidak terekspose dari luar. Perhatikan juga keamanan Anda dan pasangan, bisa-bisa terjadi kecelakaan tak terduga jika Anda dan si dia tak memiliki keseimbangan cukup tinggi.
Asiknya, Anda dan pasangan dapat merasakan romantisme dan kenikmatan intim bersama di bawah cahaya bulan dan bintang yang berpendar di malam yang cerah.
Pria pun Sering Pura-pura Orgasme?
Tak hanya wanita, bahkan sebagian pria pun juga mengalami kesulitan orgasme. Hal ini dikuatkan lewat sebuah survei yang dilakukan situs AskMen yang mendapati 23 persen pria ternyata pura-pura orgasme saat berhubungan dengan pasangannya. Kelelahan, stres, bosan dengan posisi yang begitu-begitu saja hingga kondom yang tak nyaman menjadi penyebab pria-pria ini lantas pura-pura mencapai klimaksnya.
Seharusnya, hal-hal seperti tersebut di atas bisa dikomunikasikan pada pasangan, namun terkadang situasinya tidak memungkinkan untuk dibahas bersama. Akhirnya, pria atau wanita akan terus berada dalam kepura-puraan telah mencapai puncak. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan saat pasangan terlihat berpura-pura orgasme.
1. Ekspresi kepura-puraan dengan mengandalkan kemampuan akting yang hebat menjadi hal yang paling mudah diamati. Perhatikan saja, apakah deru napasnya sekencang biasanya, apakah erangannya saat mencapai klimaks memiliki 'tone' yang sama atau terdengar berlebihan. Ataukah ekspresi wajahnya tak terlihat sedang berkonsentrasi pada perasaannya, tetapi tertuju pada reaksi Anda.
2. Saat ingin mencapai orgasme bersama-sama, Anda dan si dia memilih posisi missionary agar bisa saling tatap dan menyaksikan ekspresi masing-masing. Namun, kali ini tak seperti biasanya, si dia memilih berpindah ke arah belakang Anda. Ia tak ingin Anda mengenali ekspresinya saat orgasme tidak konsisten. Jadilah, posisi doggy style atau posisi apapun dipilihnya agar si dia bisa menyembunyikan kepura-puraannya.
3. Setelah mencapai klimaks, si dia buru-buru melepas kondomnya, lalu membungkusnya dengan tisu sebelum membuangnya ke tempat sampah. Ini agar Anda tak melihat kondom bekas pakainya sebenarnya masih bersih.
4. Hati-hati saja, jika setelah melewati sesi bercinta dengan si dia, tiba-tiba ia memeluk Anda begitu erat. Bisa jadi itu bukan penunjukan rasa sayang yang sesungguhnya pada Anda. Apa yang dilakukannya, karena ia tidak mengalami momen pasca-orgasme yang normal sehingga ia melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan pada Anda, padahal justru itu menunjukkan tingkah yang tak normal.
Jika Anda menyadari kepura-puraan si dia, dan ingin membicarakannya, sampaikan dengan hati-hati. Ingat, orgasme adalah momen paling intim dan dahsyat dalam hubungan Anda, karenanya jangan sampai si dia harus jatuh membela diri. Marah, kesal atau menuduhnya tak akan menghasilkan pembicaraan yang efektif, bisa jadi itu malah menjauhkan Anda darinya. Cobalah dengan melontarkan pertanyaan "Sayang, kok tadi kamu beda, ya?" Atau, "Bagaimana tadi? Rasanya ada yang enggak kayak biasanya, ya? Mau dibicarain, enggak?". Kuncinya, katakalah seolah itu bukan masalah besar bagi Anda. Namun, sediakan waktu untuk membahasnya bersama si dia. SuaraMerdeka.com
Seharusnya, hal-hal seperti tersebut di atas bisa dikomunikasikan pada pasangan, namun terkadang situasinya tidak memungkinkan untuk dibahas bersama. Akhirnya, pria atau wanita akan terus berada dalam kepura-puraan telah mencapai puncak. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan saat pasangan terlihat berpura-pura orgasme.
1. Ekspresi kepura-puraan dengan mengandalkan kemampuan akting yang hebat menjadi hal yang paling mudah diamati. Perhatikan saja, apakah deru napasnya sekencang biasanya, apakah erangannya saat mencapai klimaks memiliki 'tone' yang sama atau terdengar berlebihan. Ataukah ekspresi wajahnya tak terlihat sedang berkonsentrasi pada perasaannya, tetapi tertuju pada reaksi Anda.
2. Saat ingin mencapai orgasme bersama-sama, Anda dan si dia memilih posisi missionary agar bisa saling tatap dan menyaksikan ekspresi masing-masing. Namun, kali ini tak seperti biasanya, si dia memilih berpindah ke arah belakang Anda. Ia tak ingin Anda mengenali ekspresinya saat orgasme tidak konsisten. Jadilah, posisi doggy style atau posisi apapun dipilihnya agar si dia bisa menyembunyikan kepura-puraannya.
3. Setelah mencapai klimaks, si dia buru-buru melepas kondomnya, lalu membungkusnya dengan tisu sebelum membuangnya ke tempat sampah. Ini agar Anda tak melihat kondom bekas pakainya sebenarnya masih bersih.
4. Hati-hati saja, jika setelah melewati sesi bercinta dengan si dia, tiba-tiba ia memeluk Anda begitu erat. Bisa jadi itu bukan penunjukan rasa sayang yang sesungguhnya pada Anda. Apa yang dilakukannya, karena ia tidak mengalami momen pasca-orgasme yang normal sehingga ia melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan pada Anda, padahal justru itu menunjukkan tingkah yang tak normal.
Jika Anda menyadari kepura-puraan si dia, dan ingin membicarakannya, sampaikan dengan hati-hati. Ingat, orgasme adalah momen paling intim dan dahsyat dalam hubungan Anda, karenanya jangan sampai si dia harus jatuh membela diri. Marah, kesal atau menuduhnya tak akan menghasilkan pembicaraan yang efektif, bisa jadi itu malah menjauhkan Anda darinya. Cobalah dengan melontarkan pertanyaan "Sayang, kok tadi kamu beda, ya?" Atau, "Bagaimana tadi? Rasanya ada yang enggak kayak biasanya, ya? Mau dibicarain, enggak?". Kuncinya, katakalah seolah itu bukan masalah besar bagi Anda. Namun, sediakan waktu untuk membahasnya bersama si dia. SuaraMerdeka.com
Nikmati Seks Tanpa Penetrasi
Jangan dulu beranggapan seks koital dengan penetrasi yang sesungguhnya adalah segalanya. Penetrasi atau memasukkan penis ke dalam vagina hanyalah salah satu cara meraih kesenangan dalam seks. Justru keintiman dan kenikmatan dapat timbul saat seks dilakukan tanpa penetrasi.
Ya, memang terkadang kita tak memerlukan penetrasi untuk mendapatkan seks yang menyenangkan, karena ada saatnya Anda dan pasangan Anda hanya ingin melakukan seks biasa-biasa saja.
Tak dipungkiri, ini terjadi juga pada sebagian orang yang telah hidup bersama selama beberapa tahun lamanya dan terjebak ke dalam aktivitas seksual yang membosankan. Untuk menghidupkan kembali gairah yang hampir padam itu, perlu adanya variasi dalam kegiatan rutin bercinta, salah satunya dengan melakukan seks tanpa penetrasi ini.
Lalu, langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk melakukan seks tanpa penetrasi?, simaklah beberapa alternatif berikut ini:
1. Lakukan Outercourse.
Anda dapat melakukan senggama bersama pasangan dengan tetap membiarkan pakaian dalam posisi melekat di tubuh dan membukanya sebagian saja. Outercourse atau yang dikenal juga dengan istilah Dry Humping ini akan membuat pasangan merasa muda kembali.
2. Masturbasi Mutual.
Anda dan pasangan dapat saling merangsang dan meraba, atau saling melihat pasangannya masturbasi.
3. Menyervis pasangan, baik Cunnilingus atau Fellatio.
Sering banyak orang mengganggap dan menjadikan ini sebagai tahap awal sebuah proses foreplay menuju penetrasi. Tetapi kegiatan servis menyervis ini bisa lebih dari sekedar persiapan berhubungan badan jika dapat dilakukan secara terpisah.
4. Intermammary Intercourse.
Aktifitas seks ini dilakukan dengan meletakkan penis di antara payudara dan kemudian menggosoknya hingga terjadi klimaks. Kegiatan seks seperti ini sudah sangat terkenal dan sering dilakukan pasangan-pasangan di Eropa. Kebanyakan pria menyukai aktifitas ini, karena sangat seksi dan sensual.
5. Femoral Intercourse
Mirip dengan Intermammary, pada aktivitas seks ini, penis tak perlu penetrasi ke dalam vagina, cukup digesekkan di antara kedua paha hingga mencapai klimaks. SuaraMerdeka.com
Ya, memang terkadang kita tak memerlukan penetrasi untuk mendapatkan seks yang menyenangkan, karena ada saatnya Anda dan pasangan Anda hanya ingin melakukan seks biasa-biasa saja.
Tak dipungkiri, ini terjadi juga pada sebagian orang yang telah hidup bersama selama beberapa tahun lamanya dan terjebak ke dalam aktivitas seksual yang membosankan. Untuk menghidupkan kembali gairah yang hampir padam itu, perlu adanya variasi dalam kegiatan rutin bercinta, salah satunya dengan melakukan seks tanpa penetrasi ini.
Lalu, langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk melakukan seks tanpa penetrasi?, simaklah beberapa alternatif berikut ini:
1. Lakukan Outercourse.
Anda dapat melakukan senggama bersama pasangan dengan tetap membiarkan pakaian dalam posisi melekat di tubuh dan membukanya sebagian saja. Outercourse atau yang dikenal juga dengan istilah Dry Humping ini akan membuat pasangan merasa muda kembali.
2. Masturbasi Mutual.
Anda dan pasangan dapat saling merangsang dan meraba, atau saling melihat pasangannya masturbasi.
3. Menyervis pasangan, baik Cunnilingus atau Fellatio.
Sering banyak orang mengganggap dan menjadikan ini sebagai tahap awal sebuah proses foreplay menuju penetrasi. Tetapi kegiatan servis menyervis ini bisa lebih dari sekedar persiapan berhubungan badan jika dapat dilakukan secara terpisah.
4. Intermammary Intercourse.
Aktifitas seks ini dilakukan dengan meletakkan penis di antara payudara dan kemudian menggosoknya hingga terjadi klimaks. Kegiatan seks seperti ini sudah sangat terkenal dan sering dilakukan pasangan-pasangan di Eropa. Kebanyakan pria menyukai aktifitas ini, karena sangat seksi dan sensual.
5. Femoral Intercourse
Mirip dengan Intermammary, pada aktivitas seks ini, penis tak perlu penetrasi ke dalam vagina, cukup digesekkan di antara kedua paha hingga mencapai klimaks. SuaraMerdeka.com
Hormon Pemicu Gairah
KOMPAS.com — Seperti kita ketahui, hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami. Begitu dikeluarkan, hormon akan dialirkan oleh darah menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Namun, di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang menjadi biang keladi berbagai masalah. Salah satunya gairah seksual yang menurun tadi. Nah, jika selama ini Anda telah mempelajari berbagai tip untuk meningkatkan atau menghidupkan kembali gairah seksual yang nyaris padam. Sekarang saatnya untuk mengetahui hormon apa saja yang diproduksi oleh tubuh dan pengaruhnya terhadap seksualitas Anda dan pasangan.
1. DOPAMIN
Hormon ini dihasilkan otak tengah atau sentral. Sebagai neurotransmitter atau saraf transmisi terpenting, dopamin berhubungan dengan gairah seksual yang dimiliki seseorang. Neuron-neuron yang diproduksi dopamin biasanya akan memengaruhi persepsi seseorang terhadap keadaan sekitar dan menciptakan perasaan seksi.
Makan cokelat atau segenggam camilan kadang-kacangan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar hormon dopamin sehingga memunculkan rasa bahagia. Selain itu, cokelat juga bisa mengembalikan mood, menambah stamina, dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi (pada pasangan di hadapan Anda).
Arugula (sejenis daun untuk salad) dan bayam yang kaya akan vitamin juga merupakan komponen utama penghasil hormon dopamin. Cara lain untuk meningkat dopamin adalah dengan melakukan aktivitas menantang.
Menurut Helen Fisher, PhD, guru besar antropologi Rutgers University dan penulis buku Why We Love, sesuatu yang mendebarkan saat bersama pasangan akan memicu produksi hormon dopamin dan norepinephrine. Hormon ini juga akan mendongkrak testosteron dalam sistem saraf yang meningkatkan gairah seks.
2. SEROTONIN
Hormon yang dikenal sebagai hormon penenang ini juga diproduksi otak tengah dan batang otak. Serotonin sangat membantu seseorang mencapai kepuasan, termasuk kenikmatan yang dirasakan saat orgasme. Bersama dengan dopamin, serotonin bekerja meningkatkan gairah. Selain itu, serotonin juga membantu mengatur selera makan dan pola tidur, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kemampuan menahan rasa sakit.
Untuk membuat otak menghasilkan hormon ini, Anda cukup mengonsumsi makanan karbohidrat secara cukup. Hal ini akan meningkatkan kadar triptophan di dalam otak, yang selanjutnya akan meningkatkan produksi serotonin. Jika perlu, Anda dapat mengonsumsi vitamin dan mineral untuk menyeimbangkan kadar kortisol (hormon penyebab stres) dalam tubuh. Jangan lupa menjauhi makanan kecil yang terlalu manis dan gorengan yang bisa menghambat produksi serotonin.
3. OKSITOSIN
Kelenjar lendir, ovarium, dan testis adalah penghasil hormon ini. Saat orgasme, oksitosin akan dilepas dan kadarnya cenderung meningkat. Hormon ini juga akan membantu getaran pelvis (otot panggul) saat orgasme. Karena dapat menimbulkan ikatan hubungan serta jalinan kasih yang lebih kuat, tak heran hormon ini dikenal sebagai 'hormon cinta'.
Hormon ini juga merupakan obat penenang paling aman. lni akan terlihat setelah berhubungan intim, Anda dan pasangan akan merasa mengantuk. Jika oksitosin datang, susah tidur pun hilang.
4. ENDORFIN
Hormon ini dihasilkan otak dan susunan syaraf tulang belakang. Selain membantu mengurangi rasa sakit, endorfin juga bisa mengurangi depresi dan menimbulkan rasa senang. Nah, dalam hubungan seks yang dilakukan tanpa paksaan, hormon ini akan terlepas dengan mudah ke dalam darah. Itu sebabnya, tubuh terasa ringan dan menyenangkan saat bercinta.
Seperti juga peningkatan hormon oksitosin selama hubungan seksual berlangsung, hormon endorfin pun ikut meningkat. Semakin tinggi kadar endorfin maka akan semakin mengurangi rasa nyeri yang terjadi pada tubuh seseorang. Jadi, jika Anda mengalami sakit kepala atau nyeri radang sendi, bercinta saja dan semuanya akan baik kembali.
5. FEROMON
Adalah zat kimia yang meningkatkan kehidupan seks makhluk hidup. Para ilmuwan percaya bahwa zat kimia yang diproduksi kelenjar ketiak ini membawa sinyal stimulasi seksual yang dapat dideteksi—secara tidak sadar—oleh lawan jenis.
Hewan menggunakan feromon untuk komunikasi nonverbal, menyampaikan sinyal kimia melalui udara dan juga menandai daerah kekuasaannya. Bagaimana dengan manusia? Memang belum ada kejelasan. Namun, studi terkini menemukan bahwa kaum perempuan bisa mengendus intensi seksual lelaki lewat bau dengan kontak fisik.
6. ESTROGEN
Tugas utama hormon yang diproduksi oleh indung telur dan otak ini adalah mengatur ovulasi. Namun, hormon ini juga berperan penting dalam membuat perempuan (dan bahkan juga lelaki), merasa terangsang.
Hormon ini juga yang menstimulasi pelepasan dopamin. Psst, saat bercinta perempuan akan memproduksi hormon estrogen dua kali lebih besar. Seperti diketahui, hormon itu bagus untuk kesehatan rambut dan kulit lho.
7. TESTOSTERON
Sebagian besar testosteron diproduksi testis dan ovarium. Namun, dalam jumlah kecil hormon ini diproduksi otak. Pada perempuan, hormon ini cepat dikonversi menjadi estrogen. Sementara pada lelaki, hormon ini menjadi kunci gairah, menciptakan perasaan energi positif dan rasa senang.
Ketika hormon ini berkurang, baik lelaki maupun perempuan, akan mengalami penurunan libido. Sayang, tidak ada makanan penghasil testosteron. Anda dan pasangan hanya perlu menjaga kesehatan dan vitalitas kesuburan dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur, dan tidak merokok, minum alkohol ataupun memakai obat terlarang.
8. NOREPINEPHRINE
Ditemukan pada kelenjar adrenal di atas ginjal, pada jaringan syaraf tulang belakang dan di otak, neurotransmitter ini memainkan peran yang sangat penting dalam memfasilitasi gairah dan orgasme. Hormon ini memberikan perasaan senang pada tubuh dengan memberikannya suntikan adrenalin alami, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat.
Nah, ingin bercinta lebih seru? Pancing hormon Anda untuk bekerja!
Namun, di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang menjadi biang keladi berbagai masalah. Salah satunya gairah seksual yang menurun tadi. Nah, jika selama ini Anda telah mempelajari berbagai tip untuk meningkatkan atau menghidupkan kembali gairah seksual yang nyaris padam. Sekarang saatnya untuk mengetahui hormon apa saja yang diproduksi oleh tubuh dan pengaruhnya terhadap seksualitas Anda dan pasangan.
1. DOPAMIN
Hormon ini dihasilkan otak tengah atau sentral. Sebagai neurotransmitter atau saraf transmisi terpenting, dopamin berhubungan dengan gairah seksual yang dimiliki seseorang. Neuron-neuron yang diproduksi dopamin biasanya akan memengaruhi persepsi seseorang terhadap keadaan sekitar dan menciptakan perasaan seksi.
Makan cokelat atau segenggam camilan kadang-kacangan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar hormon dopamin sehingga memunculkan rasa bahagia. Selain itu, cokelat juga bisa mengembalikan mood, menambah stamina, dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi (pada pasangan di hadapan Anda).
Arugula (sejenis daun untuk salad) dan bayam yang kaya akan vitamin juga merupakan komponen utama penghasil hormon dopamin. Cara lain untuk meningkat dopamin adalah dengan melakukan aktivitas menantang.
Menurut Helen Fisher, PhD, guru besar antropologi Rutgers University dan penulis buku Why We Love, sesuatu yang mendebarkan saat bersama pasangan akan memicu produksi hormon dopamin dan norepinephrine. Hormon ini juga akan mendongkrak testosteron dalam sistem saraf yang meningkatkan gairah seks.
2. SEROTONIN
Hormon yang dikenal sebagai hormon penenang ini juga diproduksi otak tengah dan batang otak. Serotonin sangat membantu seseorang mencapai kepuasan, termasuk kenikmatan yang dirasakan saat orgasme. Bersama dengan dopamin, serotonin bekerja meningkatkan gairah. Selain itu, serotonin juga membantu mengatur selera makan dan pola tidur, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kemampuan menahan rasa sakit.
Untuk membuat otak menghasilkan hormon ini, Anda cukup mengonsumsi makanan karbohidrat secara cukup. Hal ini akan meningkatkan kadar triptophan di dalam otak, yang selanjutnya akan meningkatkan produksi serotonin. Jika perlu, Anda dapat mengonsumsi vitamin dan mineral untuk menyeimbangkan kadar kortisol (hormon penyebab stres) dalam tubuh. Jangan lupa menjauhi makanan kecil yang terlalu manis dan gorengan yang bisa menghambat produksi serotonin.
3. OKSITOSIN
Kelenjar lendir, ovarium, dan testis adalah penghasil hormon ini. Saat orgasme, oksitosin akan dilepas dan kadarnya cenderung meningkat. Hormon ini juga akan membantu getaran pelvis (otot panggul) saat orgasme. Karena dapat menimbulkan ikatan hubungan serta jalinan kasih yang lebih kuat, tak heran hormon ini dikenal sebagai 'hormon cinta'.
Hormon ini juga merupakan obat penenang paling aman. lni akan terlihat setelah berhubungan intim, Anda dan pasangan akan merasa mengantuk. Jika oksitosin datang, susah tidur pun hilang.
4. ENDORFIN
Hormon ini dihasilkan otak dan susunan syaraf tulang belakang. Selain membantu mengurangi rasa sakit, endorfin juga bisa mengurangi depresi dan menimbulkan rasa senang. Nah, dalam hubungan seks yang dilakukan tanpa paksaan, hormon ini akan terlepas dengan mudah ke dalam darah. Itu sebabnya, tubuh terasa ringan dan menyenangkan saat bercinta.
Seperti juga peningkatan hormon oksitosin selama hubungan seksual berlangsung, hormon endorfin pun ikut meningkat. Semakin tinggi kadar endorfin maka akan semakin mengurangi rasa nyeri yang terjadi pada tubuh seseorang. Jadi, jika Anda mengalami sakit kepala atau nyeri radang sendi, bercinta saja dan semuanya akan baik kembali.
5. FEROMON
Adalah zat kimia yang meningkatkan kehidupan seks makhluk hidup. Para ilmuwan percaya bahwa zat kimia yang diproduksi kelenjar ketiak ini membawa sinyal stimulasi seksual yang dapat dideteksi—secara tidak sadar—oleh lawan jenis.
Hewan menggunakan feromon untuk komunikasi nonverbal, menyampaikan sinyal kimia melalui udara dan juga menandai daerah kekuasaannya. Bagaimana dengan manusia? Memang belum ada kejelasan. Namun, studi terkini menemukan bahwa kaum perempuan bisa mengendus intensi seksual lelaki lewat bau dengan kontak fisik.
6. ESTROGEN
Tugas utama hormon yang diproduksi oleh indung telur dan otak ini adalah mengatur ovulasi. Namun, hormon ini juga berperan penting dalam membuat perempuan (dan bahkan juga lelaki), merasa terangsang.
Hormon ini juga yang menstimulasi pelepasan dopamin. Psst, saat bercinta perempuan akan memproduksi hormon estrogen dua kali lebih besar. Seperti diketahui, hormon itu bagus untuk kesehatan rambut dan kulit lho.
7. TESTOSTERON
Sebagian besar testosteron diproduksi testis dan ovarium. Namun, dalam jumlah kecil hormon ini diproduksi otak. Pada perempuan, hormon ini cepat dikonversi menjadi estrogen. Sementara pada lelaki, hormon ini menjadi kunci gairah, menciptakan perasaan energi positif dan rasa senang.
Ketika hormon ini berkurang, baik lelaki maupun perempuan, akan mengalami penurunan libido. Sayang, tidak ada makanan penghasil testosteron. Anda dan pasangan hanya perlu menjaga kesehatan dan vitalitas kesuburan dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur, dan tidak merokok, minum alkohol ataupun memakai obat terlarang.
8. NOREPINEPHRINE
Ditemukan pada kelenjar adrenal di atas ginjal, pada jaringan syaraf tulang belakang dan di otak, neurotransmitter ini memainkan peran yang sangat penting dalam memfasilitasi gairah dan orgasme. Hormon ini memberikan perasaan senang pada tubuh dengan memberikannya suntikan adrenalin alami, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat.
Nah, ingin bercinta lebih seru? Pancing hormon Anda untuk bekerja!
Seksi di Mata Lawan Jenis
KOMPAS.com - Tak bisa dipungkiri, keindahan fisik masih menjadi daya tarik utama yang membuat seseorang tertarik pada lawan jenisnya. Tapi, apa saja definisi seksi di mata pria dan wanita?
Apa yang terbayang dalam fantasi kita kalau mendengar kata seksi? Pinggang ramping, kulit bersih, kaki yang indah, atau bokong dan dada yang penuh? Seksi memang terkait erat dengan sex appeal atau daya tarik seksual. Tapi, bukan hanya wanita yang punya sex appeal, pria pun memilikinya. Sex appeal memang diperlukan untuk menarik perhatian lawan jenis.
Menurut Charles Darwin, dalam buku The Descent Of Man, and Selection in Relation to Sex, para pria lebih memilih wanita berdada penuh dan berpinggul lebar. Wanita dengan tipe seperti ini konon akan lebih mudah melahirkan dan merawat bayinya. Selain tentu saja tipe montok seperti itu memang punya daya tarik seksual yang tinggi.
Meski zaman sudah berganti, ternyata pria masih menjadikan keindahan raga sebagai ukuran utama keseksian seorang wanita. Yang menarik, dibanding dengan payudara, ternyata 83 persen pria menjawab bentuk bibir yang sensual sebagai hal yang membuat wanita terlihat seksi.
Di urutan kedua, 80 persen pria sepakat menjawab payudara yang kencang adalah hal yang sangat seksi. Kemudian berturut-turut adalah kaki yang jenjang, tubuh yang ramping, dan pinggul yang padat sebagai hal yang membuat pria 'menelan ludah' saat memandang seorang wanita.
Bagaimana dengan wanita? Ternyata bukan pria saja yang terpesona pada wanita karena sisi visualnya. Wanita juga lebih mudah tercuri perhatiannya bila melihat pria yang memiliki bentuk tubuh yang bagus.
Menurut Charles Panati, dalam bukunya Sexy Origins and Intimate Things, sebelum era pria ramai-ramai membentuk badan di gym, wanita lebih menyukai pria yang badannya besar, cenderung gemuk.
Namun, berdasarkan survei terbaru, 88 persen wanita lebih tertarik pada pria yang tinggi dan tegap karena membuat wanita merasa dilindungi. Kemudian badan yang atletis (76 persen), bahu lebar (72 persen), dan bokong yang kecil serta padat (60) sebagai hal yang mampu membuat wanita melirik pada seorang pria.
Lantas, bagaimana bila kita kebetulan tidak dikaruniai bentuk tubuh yang kurang membuat lawan jenis tertarik. Misalnya saja bentuk rahang yang besar, berdada rata atau pinggul besar?
Sebenarnya kita tak perlu meratapi kekurangan fisik yang ada. Pasalnya, cara kita memandang diri sendiri sangat berpengaruh besar pada penampilan luar. Bila kita memiliki self image yang buruk, otomatis kita akan terlihat kurang percaya diri. Padahal, orang yang terlihat percaya diri akan terlihat menarik. Kita bisa menyiasatinya dengan mulai mengubah cara berdandan, menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan.
Khusus untuk para pria, sebuah survei yang diadakan oleh sebuah majalah wanita menyebutkan bahwa penampilan yang rapi dan mapan ala eksekutif muda ternyata lebih mencuri perhatian wanita karena terlihat memiliki karir yang menjanjikan. Hal ini tentu bisa membuat pria yang kurang beruntung secara fisik boleh "bernapas lega".
Apa yang terbayang dalam fantasi kita kalau mendengar kata seksi? Pinggang ramping, kulit bersih, kaki yang indah, atau bokong dan dada yang penuh? Seksi memang terkait erat dengan sex appeal atau daya tarik seksual. Tapi, bukan hanya wanita yang punya sex appeal, pria pun memilikinya. Sex appeal memang diperlukan untuk menarik perhatian lawan jenis.
Menurut Charles Darwin, dalam buku The Descent Of Man, and Selection in Relation to Sex, para pria lebih memilih wanita berdada penuh dan berpinggul lebar. Wanita dengan tipe seperti ini konon akan lebih mudah melahirkan dan merawat bayinya. Selain tentu saja tipe montok seperti itu memang punya daya tarik seksual yang tinggi.
Meski zaman sudah berganti, ternyata pria masih menjadikan keindahan raga sebagai ukuran utama keseksian seorang wanita. Yang menarik, dibanding dengan payudara, ternyata 83 persen pria menjawab bentuk bibir yang sensual sebagai hal yang membuat wanita terlihat seksi.
Di urutan kedua, 80 persen pria sepakat menjawab payudara yang kencang adalah hal yang sangat seksi. Kemudian berturut-turut adalah kaki yang jenjang, tubuh yang ramping, dan pinggul yang padat sebagai hal yang membuat pria 'menelan ludah' saat memandang seorang wanita.
Bagaimana dengan wanita? Ternyata bukan pria saja yang terpesona pada wanita karena sisi visualnya. Wanita juga lebih mudah tercuri perhatiannya bila melihat pria yang memiliki bentuk tubuh yang bagus.
Menurut Charles Panati, dalam bukunya Sexy Origins and Intimate Things, sebelum era pria ramai-ramai membentuk badan di gym, wanita lebih menyukai pria yang badannya besar, cenderung gemuk.
Namun, berdasarkan survei terbaru, 88 persen wanita lebih tertarik pada pria yang tinggi dan tegap karena membuat wanita merasa dilindungi. Kemudian badan yang atletis (76 persen), bahu lebar (72 persen), dan bokong yang kecil serta padat (60) sebagai hal yang mampu membuat wanita melirik pada seorang pria.
Lantas, bagaimana bila kita kebetulan tidak dikaruniai bentuk tubuh yang kurang membuat lawan jenis tertarik. Misalnya saja bentuk rahang yang besar, berdada rata atau pinggul besar?
Sebenarnya kita tak perlu meratapi kekurangan fisik yang ada. Pasalnya, cara kita memandang diri sendiri sangat berpengaruh besar pada penampilan luar. Bila kita memiliki self image yang buruk, otomatis kita akan terlihat kurang percaya diri. Padahal, orang yang terlihat percaya diri akan terlihat menarik. Kita bisa menyiasatinya dengan mulai mengubah cara berdandan, menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan.
Khusus untuk para pria, sebuah survei yang diadakan oleh sebuah majalah wanita menyebutkan bahwa penampilan yang rapi dan mapan ala eksekutif muda ternyata lebih mencuri perhatian wanita karena terlihat memiliki karir yang menjanjikan. Hal ini tentu bisa membuat pria yang kurang beruntung secara fisik boleh "bernapas lega".
Langganan:
Postingan (Atom)
