KOMPAS.com - Pria Macho adalah pria yang dapat menyenangkan dan memuaskan pasangannya dalam banyak hal, salah satunya dalam hal seksual. Begitulah pendapat salah satu konsultan seks bernama David Darma. Untuk itu salah satu pengetahuan tentang titik-titik sensitif pada wanita menjadi bagian penting. Berikut ini titik-titik penting tersebut.
Rambut
Elusan rambut dan pijatan kepala ternyata dapat merangsang terlepasnya endorphin yang mengakibatkan rasa nikmat pada seseorang
Mata
Sama seperti skortum (kantung buah pelir), kulit kelopak mata menghasilkan sensasi yang hampir sama bila disentuh lembut.
Hidung
Ada hubungan sensorik langsung antara hidung dan pusat kenikmatan di dalam otak
Bibir
Menurut ajaran Tantra, ada saraf yang menghubungkan bibir atas langsung dengan klitoris.
Telinga
Riset menunjukkan bahwa 5 persen dari laki-laki dapat mencapai klimakss melalui stimulus aural saja, entah itu percakapan erotik, nafas berat atau lidah yang memainkan telinga.
Leher
Memiliki saraf yang sensitive juga. Kebanyakan wanita merasakan kesan yang sama, geli dan terangsang bila dicumbu di leher.
Buah Dada dan putting
Entah denan diisap, dijilat, diusap atau diremas lembut, bagian tubuh ini membantu meningkatkan gairah seksual
Jari-jari tangan
Telapak tangan sangat sensitive karena mampu merasakan sensasi sampai 1/8000 kg / cm
Perut
Area antara pusar dan tulang pubik penuh dengan titik-titik kenikmatan. Mengaktifkan titik-titik ini merangsang mengalirnya darah ke seluruh daerah pubik.
Vulva
Bagian depan bantalan empuk jaringan mons veneris yang terletak sekitar 5 cm di atas klitoris penuh ujung saraf. Menyentuh bagian ini dengan jari tangan dapat membangkitkan sensasi dan meningkatkan orgasme.
Hanya Tertarik pada Pria Tua
"Saya gadis berumar 20 tahun, dengan gairah seks yang sangat kuat. Namun, ada yang aneh pada diri saya. Kalau berdekatan dengan pria dewasa, seumuran bapak-bapak, saya sering terangsang. Rasanya mau memeluknya. Sebaliknya, bila berdekatan dengan teman pria yang sebaya, saya tidak merasakan apa-apa. Jangankan terangsang, tertarik pun tidak.
Ada beberapa teman yang naksir saya. Pertanyaannya, mengapa saya tidak tertarik walaupun sering pergi dengan mereka? Saya pernah sangat tertarik, bahkan jatuh cinta, kepada pria usia 48 tahun, tetapi saya minta putus karena dia sudah berkeluarga.
Apakah saya normal? Mengapa saya tak tertarik kepada teman sebaya? Apakah ketertarikan saya kepada pria usia lanjut ini bisa berubah? Adakah risikonya kalau saya tetap begini?"
R.T, Surabaya
Normal Saja
Sulit menentukan apakah Anda normal atau tidak hanya berdasarkan surat Anda di atas. Sangat mungkin Anda normal saja.
Ketertarikan memang tidak dapat dibatasi oleh usia. Boleh jadi, ketertarikan Anda kepada pria matang yang Anda katakan sebagai "seumur bapak-bapak" sangat beralasan. Pada usia itu, seorang pria sudah matang, mungkin juga mapan dan mandiri sehingga penampilannya menyenangkan bagi Anda.
Sikapnya yang dewasa dapat menjadi daya tarik bagi orang-orang tertentu, termasuk Anda mungkin. Penampilan fisiknya mungkin juga menyenangkan bagi Anda. Belum lagi adanya dukungan fasilitas lain.
Di sisi lain, teman sebaya Anda mungkin masih menunjukkan sikap dan penampilan tidak matang, mungkin juga tidak mandiri. Jadi, sama saja dengan Anda. Padahal, Anda memerlukan orang yang lebih dari Anda. Barangkali keadaan ini yang Anda alami.
Bagi orang lain, mungkin teman sebaya lebih memiliki daya tarik. Alasannya, mungkin karena mempunyai kesenangan yang sama sesuai usia. Bagi mereka, tentu pria "seumur bapak-bapak" tidaklah menyenangkan. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa Anda normal saja. Gadis lain yang lebih tertarik pada teman sebayanya juga normal.
Ada kesenjangan
Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah perbedaan usia yang terlalu jauh dapat mengundang kesenjangan. Karena itu, kalau akhirnya Anda menikah dengan pria yang jauh lebih tua, masalah kesenjangan ini harus diperhatikan. Antara lain dengan mempertahankan keadaan fisik dan mental suami. Dengan demikian, secara fungsional dia dapat dipertahankan muda dan kesenjangan pun dapat diperkecil.
Perlu juga diperhatikan adanya penyimpangan seksual, ketika seseorang hanya tertarik dan terangsang secara seksual kepada orang yang jauh lebih tua. Penyimpangan seksual ini disebut gerontofilia.
Orang yang mengalami gerontofilia tidak tertarik atau terangsang kepada orang sebaya atau seusia tanpa alasan jelas. Meski begitu, bukan berarti semua orang yang tidak tertarik kepada orang yang sebaya mengalami gerontofilia. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat menjawab pertanyaan Anda.
Soal apakah ketertarikan Anda dapat berubah ke teman sebaya, tidak dapat dipastikan. Perubahan tidak akan terjadi kalau ketertarikan kepada pria tua memang punya alasan kuat. Sebaliknya, mungkin saja Anda menjadi tertarik kepada teman sebaya kalau mengalami ketidaksesuaian dengan pria tua. Semoga penjelasan ini memberi pengertian yang benar bagi Anda. kompas.com
Ada beberapa teman yang naksir saya. Pertanyaannya, mengapa saya tidak tertarik walaupun sering pergi dengan mereka? Saya pernah sangat tertarik, bahkan jatuh cinta, kepada pria usia 48 tahun, tetapi saya minta putus karena dia sudah berkeluarga.
Apakah saya normal? Mengapa saya tak tertarik kepada teman sebaya? Apakah ketertarikan saya kepada pria usia lanjut ini bisa berubah? Adakah risikonya kalau saya tetap begini?"
R.T, Surabaya
Normal Saja
Sulit menentukan apakah Anda normal atau tidak hanya berdasarkan surat Anda di atas. Sangat mungkin Anda normal saja.
Ketertarikan memang tidak dapat dibatasi oleh usia. Boleh jadi, ketertarikan Anda kepada pria matang yang Anda katakan sebagai "seumur bapak-bapak" sangat beralasan. Pada usia itu, seorang pria sudah matang, mungkin juga mapan dan mandiri sehingga penampilannya menyenangkan bagi Anda.
Sikapnya yang dewasa dapat menjadi daya tarik bagi orang-orang tertentu, termasuk Anda mungkin. Penampilan fisiknya mungkin juga menyenangkan bagi Anda. Belum lagi adanya dukungan fasilitas lain.
Di sisi lain, teman sebaya Anda mungkin masih menunjukkan sikap dan penampilan tidak matang, mungkin juga tidak mandiri. Jadi, sama saja dengan Anda. Padahal, Anda memerlukan orang yang lebih dari Anda. Barangkali keadaan ini yang Anda alami.
Bagi orang lain, mungkin teman sebaya lebih memiliki daya tarik. Alasannya, mungkin karena mempunyai kesenangan yang sama sesuai usia. Bagi mereka, tentu pria "seumur bapak-bapak" tidaklah menyenangkan. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa Anda normal saja. Gadis lain yang lebih tertarik pada teman sebayanya juga normal.
Ada kesenjangan
Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah perbedaan usia yang terlalu jauh dapat mengundang kesenjangan. Karena itu, kalau akhirnya Anda menikah dengan pria yang jauh lebih tua, masalah kesenjangan ini harus diperhatikan. Antara lain dengan mempertahankan keadaan fisik dan mental suami. Dengan demikian, secara fungsional dia dapat dipertahankan muda dan kesenjangan pun dapat diperkecil.
Perlu juga diperhatikan adanya penyimpangan seksual, ketika seseorang hanya tertarik dan terangsang secara seksual kepada orang yang jauh lebih tua. Penyimpangan seksual ini disebut gerontofilia.
Orang yang mengalami gerontofilia tidak tertarik atau terangsang kepada orang sebaya atau seusia tanpa alasan jelas. Meski begitu, bukan berarti semua orang yang tidak tertarik kepada orang yang sebaya mengalami gerontofilia. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat menjawab pertanyaan Anda.
Soal apakah ketertarikan Anda dapat berubah ke teman sebaya, tidak dapat dipastikan. Perubahan tidak akan terjadi kalau ketertarikan kepada pria tua memang punya alasan kuat. Sebaliknya, mungkin saja Anda menjadi tertarik kepada teman sebaya kalau mengalami ketidaksesuaian dengan pria tua. Semoga penjelasan ini memberi pengertian yang benar bagi Anda. kompas.com
Trik Seks Agar Tidak Hamil
KOMPAS.com — Tidak semua pasangan yang sudah menikah ingin langsung memiliki momongan. Ingin melanjutkan studi atau mengejar jenjang karier biasanya menjadi alasan. Bila tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi, bagaimana cara melakukan hubungan seks tanpa risiko hamil? Apakah dengan memakai kondom saja bisa menjamin tidak akan hamil?
Sebenarnya pencegahan atau penundaan kehamilan dengan menggunakan sistem KB kalender atau pantang berkala mempunyai kegagalan yang paling tinggi dibandingkan metode-metode kontrasepsi lainnya.
Mengapa? Karena sekalipun Anda memiliki siklus haid yang teratur, sering kali terjadi ketidakakuratan dalam menentukan masa subur Anda. Dengan demikian, sangat tidak disarankan untuk menggunakan metode ini jika Anda benar-benar tidak menginginkan kehamilan.
Sementara itu, metode barrier seperti kondom mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi untuk mencegah kehamilan, yaitu sekitar 80-95 persen. Sebagai tambahan informasi, tidak ada satupun metode kontrasepsi yang bisa memberikan garansi 100 persen untuk mencegah kehamilan.
Masing-masing metode mempunyai angka keberhasilan dan kegagalan yang berbeda-beda. Jadi, pilihan tergantung pada Anda. Pilihlah alat kontrasepsi yang nyaman buat Anda.
Sebenarnya pencegahan atau penundaan kehamilan dengan menggunakan sistem KB kalender atau pantang berkala mempunyai kegagalan yang paling tinggi dibandingkan metode-metode kontrasepsi lainnya.
Mengapa? Karena sekalipun Anda memiliki siklus haid yang teratur, sering kali terjadi ketidakakuratan dalam menentukan masa subur Anda. Dengan demikian, sangat tidak disarankan untuk menggunakan metode ini jika Anda benar-benar tidak menginginkan kehamilan.
Sementara itu, metode barrier seperti kondom mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi untuk mencegah kehamilan, yaitu sekitar 80-95 persen. Sebagai tambahan informasi, tidak ada satupun metode kontrasepsi yang bisa memberikan garansi 100 persen untuk mencegah kehamilan.
Masing-masing metode mempunyai angka keberhasilan dan kegagalan yang berbeda-beda. Jadi, pilihan tergantung pada Anda. Pilihlah alat kontrasepsi yang nyaman buat Anda.
Obesitas Dapat Menyebabkan Gangguan Ereksi
JAKARTA, KOMPAS.com - Obesitas atau kelebihan berat badan ternyata bisa menyebabkan gangguan ereksi. Hal ini dikatakan oleh Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila dalam simposium yang diadakan oleh Perhimpunan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia di Jakarta, Sabtu (18/7).
Gangguan ereksi dibagi ke dalam dua bagian, ereksi yang memang sudah dialami sejak awal dan gangguan yang baru dialami setelah sebelumnya berfungsi dengan baik. Salah satu penyebab dari gangguan yang kedua adalah obesitas.
Secara umum, obesitas menyebabkan perubahan pada total jumlah darah dan fungsi dari jantung sementara distribusi lemak di sekitar dada dan daerah perut sehingga membatasi proses pernapasan dan peredarannya dan pada akhirnya akan mengubah fungsi dari respiratori. Perubahan ini akan menurunkan fungsi dari organ-organ yang berkaitan dengan fungsi seksual yang pada akhirnya menghasilkan gangguan ereksi.
Untuk menangani masalah gangguan ereksi karena obesitas ada 3 langkah yang bisa Anda ikuti. Pertama adalah menemukan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan gangguan ereksi disebabkan kegemukan. Kedua adalah merawat atau menyembuhkan faktor-faktor penyebab tersebut. Bisa dengan diet yang terkontrol, berolahraga, hidup sehat, dan perawatan.
Ketiga adalah memulihkan fungsi ereksi tersebut. Ada 4 hal yang bisa Anda lakukan. pertama adalah melakukan konseling mengenai keadaan seksual Anda. kedua adalah dengan menggunakan obat, seperti Viagra. Ketiga dengan menginjeksi intracavernous. Keempat adalah dengan melakukan operasi, tetapi saat ini operasi untuk mengatasi masalah ereksi tidak pernah dilakukan lagi.
Gangguan ereksi dibagi ke dalam dua bagian, ereksi yang memang sudah dialami sejak awal dan gangguan yang baru dialami setelah sebelumnya berfungsi dengan baik. Salah satu penyebab dari gangguan yang kedua adalah obesitas.
Secara umum, obesitas menyebabkan perubahan pada total jumlah darah dan fungsi dari jantung sementara distribusi lemak di sekitar dada dan daerah perut sehingga membatasi proses pernapasan dan peredarannya dan pada akhirnya akan mengubah fungsi dari respiratori. Perubahan ini akan menurunkan fungsi dari organ-organ yang berkaitan dengan fungsi seksual yang pada akhirnya menghasilkan gangguan ereksi.
Untuk menangani masalah gangguan ereksi karena obesitas ada 3 langkah yang bisa Anda ikuti. Pertama adalah menemukan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan gangguan ereksi disebabkan kegemukan. Kedua adalah merawat atau menyembuhkan faktor-faktor penyebab tersebut. Bisa dengan diet yang terkontrol, berolahraga, hidup sehat, dan perawatan.
Ketiga adalah memulihkan fungsi ereksi tersebut. Ada 4 hal yang bisa Anda lakukan. pertama adalah melakukan konseling mengenai keadaan seksual Anda. kedua adalah dengan menggunakan obat, seperti Viagra. Ketiga dengan menginjeksi intracavernous. Keempat adalah dengan melakukan operasi, tetapi saat ini operasi untuk mengatasi masalah ereksi tidak pernah dilakukan lagi.
Istri kesakitan saat berhubungan...
"Saya seorang suami berumur 41 tahun, istri usia 46 tahun. Kami sudah menikah selama 11 tahun dan punya dua anak. Masalah kami mulai terasa sejak dua tahun lalu.
Istri sering malas melakukan hubungan intim. Katanya, kadang-kadang ia merasakan sakit di kelaminnya. Sekarang ini sudah tiga bulan kami tidak melakukan hubungan intim. Saya pernah memintanya untuk melakukan hubungan, tetapi dia bilang tidak ingin dan takut sakit.
Memang sewaktu kami melakukan hubungan intim, istri sering bilang sakit sehingga kami menghentikannya. Selanjutnya saya juga merasa tidak nyaman kalau memintanya berhubungan intim.
Padahal, kami tidak sering berhubungan. Dulu pun biasanya seminggu sekali. Saya pernah menyarankan untuk periksa ke dokter, tetapi dia tidak mau. Katanya malu.
Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya hanya merasakan ada yang hilang dalam hubungan kami sebagai suami istri. Bagaimana menghadapi istri saya? Apa yang membuatnya merasa sakit waktu berhubungan intim? Apakah usianya tergolong sudah tua sehingga malas berhubungan intim?
Apakah dia bisa disembuhkan agar hubungan kami berlangsung normal kembali?
SN, Jakarta
Akibat penurunan hormon
Berdasarkan surat Anda, saya hanya dapat menduga kemungkinan sebagai berikut. Pertama, istri Anda memang mengalami penurunan dorongan (gairah) seksual sehingga reaksi perlendiran vaginanya menurun. Akibatnya, timbul rasa sakit bila berhubungan.
Kedua, istri Anda merasa sakit karena sebab tertentu. Akibatnya, dorongan seksualnya menurun. Namun, apa pun yang terjadi lebih dulu, akhirnya menyebabkan dia malas atau tidak senang melakukan hubungan seksual.
Masalahnya, apa yang menyebabkan kemungkinan di atas? Untuk ini diperlukan evaluasi lebih lanjut. Bagaimana dengan siklus menstruasinya mengingat usianya yang mendekati usia menopause.
Siklus menstruasi dapat dijadikan indikator bagaimana fungsi hormon estrogen dan progesteronnya. Meski demikian, pada umumnya kadar hormon jelas menurun pada usia ini, tidak hanya pada perempuan, tetapi juga pada pria.
Penurunan hormon estrogen dan progesteron pada perempuan menyebabkan berbagai perubahan kemunduran, termasuk dalam reaksi pelendiran vagian ketika mengalami rangsangan seksual. Ditambah dengan menurunnya kadar hormon testoteron, menyebabkan fungsi seksual menjadi lebih buruk.
Dengan demikian, sebenarnya jelas apa yang harus istri Anda lakukan. Pertama, konsultasi lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kedua, mendapat pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan atau penyakit lain yang berkaitan sebelum mendapat pengobatan. Ketiga, mendapat pengobatan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Saya hanya menduga, kemungkinan besar istri Anda akan mendapat pengobatan hormon. Sebelum mendapat pengobatan ini, tentu diperlukan pemeriksaan yang benar sehingga tujuan pengobatan tercapai dan menghindari kemungkinan adanya efek samping. kompas.com
Istri sering malas melakukan hubungan intim. Katanya, kadang-kadang ia merasakan sakit di kelaminnya. Sekarang ini sudah tiga bulan kami tidak melakukan hubungan intim. Saya pernah memintanya untuk melakukan hubungan, tetapi dia bilang tidak ingin dan takut sakit.
Memang sewaktu kami melakukan hubungan intim, istri sering bilang sakit sehingga kami menghentikannya. Selanjutnya saya juga merasa tidak nyaman kalau memintanya berhubungan intim.
Padahal, kami tidak sering berhubungan. Dulu pun biasanya seminggu sekali. Saya pernah menyarankan untuk periksa ke dokter, tetapi dia tidak mau. Katanya malu.
Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya hanya merasakan ada yang hilang dalam hubungan kami sebagai suami istri. Bagaimana menghadapi istri saya? Apa yang membuatnya merasa sakit waktu berhubungan intim? Apakah usianya tergolong sudah tua sehingga malas berhubungan intim?
Apakah dia bisa disembuhkan agar hubungan kami berlangsung normal kembali?
SN, Jakarta
Akibat penurunan hormon
Berdasarkan surat Anda, saya hanya dapat menduga kemungkinan sebagai berikut. Pertama, istri Anda memang mengalami penurunan dorongan (gairah) seksual sehingga reaksi perlendiran vaginanya menurun. Akibatnya, timbul rasa sakit bila berhubungan.
Kedua, istri Anda merasa sakit karena sebab tertentu. Akibatnya, dorongan seksualnya menurun. Namun, apa pun yang terjadi lebih dulu, akhirnya menyebabkan dia malas atau tidak senang melakukan hubungan seksual.
Masalahnya, apa yang menyebabkan kemungkinan di atas? Untuk ini diperlukan evaluasi lebih lanjut. Bagaimana dengan siklus menstruasinya mengingat usianya yang mendekati usia menopause.
Siklus menstruasi dapat dijadikan indikator bagaimana fungsi hormon estrogen dan progesteronnya. Meski demikian, pada umumnya kadar hormon jelas menurun pada usia ini, tidak hanya pada perempuan, tetapi juga pada pria.
Penurunan hormon estrogen dan progesteron pada perempuan menyebabkan berbagai perubahan kemunduran, termasuk dalam reaksi pelendiran vagian ketika mengalami rangsangan seksual. Ditambah dengan menurunnya kadar hormon testoteron, menyebabkan fungsi seksual menjadi lebih buruk.
Dengan demikian, sebenarnya jelas apa yang harus istri Anda lakukan. Pertama, konsultasi lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kedua, mendapat pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan atau penyakit lain yang berkaitan sebelum mendapat pengobatan. Ketiga, mendapat pengobatan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Saya hanya menduga, kemungkinan besar istri Anda akan mendapat pengobatan hormon. Sebelum mendapat pengobatan ini, tentu diperlukan pemeriksaan yang benar sehingga tujuan pengobatan tercapai dan menghindari kemungkinan adanya efek samping. kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)
