Kapan Perlu Konsultasi Seks?

kompas.com. TAK usah malu jika memang merasa memerlukannya. Termasuk jika ingin belajar menerangkan masalah seks pada anak.

BOLEH jadi selama ini belum banyak orang yang peduli akan pentingnya konsultasi seks. Bahkan tak sedikit yang justru merasa malu saat harus benar-benar berkonsultasi. Maklum, takut dicap macam-macam, semisal tak perkasa yang bisa menurunkan harga dirinya sebagai laki-laki sejati. "Padahal, manfaat yang dituju dari konsultasi seks itu sendiri, kan, tak lain adalah hidup berkeluarga yang bahagia, di mana seks merupakan salah satu unsurnya," ujar Dr. Ferryal Loetan, ASCT&T, Sp.RM, MMR, Kepala Instalasi Rehab Medik RS Persahabatan, Jakarta.

Untuk konsultasi seks, lanjut Ferryal, "Sebetulnya bisa dilakukan kapan saja, kendati umumnya dilakukan kala ada masalah." Padahal, selagi tak bermasalah pun boleh-boleh saja dilakukan. Semisal mempertanyakan apakah aktivitas seksual yang selama ini dilakukannya sudah baik atau belum. Bisa juga bertanya mengenai pendidikan seks buat anaknya.

Dengan demikian, tambahnya, jika memang ada sesuatu yang dirasa mengganggu kehidupan seks suami-istri, "Tak usah malu datang ke konsultan seks. Soalnya, kalau didiamkan atau ditunda-tunda hanya karena rasa malu, bisa-bisa yang semula ringan malah jadi penyakit. Padahal, kalau sejak dini ditangani dan tidak menunggu parah, pasti akan lebih mudah dan cepat proses penyembuhannya."

Berapa kali konsultasi seks yang diperlukan, amat tergantung pada kasus. Kalau ringan, sekali saja mungkin sudah bisa terselesaikan masalahnya. Bila berat, tentu perlu berulang kali. Terlebih jika masalahnya tak cuma fisik, tapi juga berkaitan dengan faktor psikis. Biasanya perlu waktu penanganan yang lebih lama sehingga kesabaran dari yang bersangkutan memang sangat diharapkan.

Waktu yang pas
Menurut Ferryal ada waktu-waktu tertentu yang pas untuk berkonsultasi, yakni:

1. Sebelum Menikah. Begitu memasuki perkawinan, tak sedikit pasangan yang belum mengerti atau bahkan buta sama sekali mengenai hal-hal seputar kehidupan seksual. Contohnya, sebut Ferryal, tak bisa membedakan lubang vagina dan lubang kencing.

Idealnya, pengetahuan seks sudah diperoleh anak dari keluarga atau sekolah sejak ia remaja atau dewasa muda agar tak salah kaprah. Itu sebabnya sebelum memasuki perkawinan, calon pengantin diberi kesempatan mendapat konsultasi atau bimbingan perkawinan secara umum oleh KUA. Nah, tak ada salahnya berkonsultasi juga ke ahlinya agar merasa lebih siap.

2. Setelah menikah, yang paling mungkin dan sering menjadi penyebab perceraian adalah masalah keperawanan. Kalau tak berdarah di malam pertama, diangap tak perawan. Padahal, bisa saja istri tak berdarah atau merasa sakit. Ada banyak faktor penyebabnya. Antara lain, bentuk atau elastisitas selaput daranya.

3. Ada Gangguan/Kelainan Organ Kelamin Wanita. Yang ini pun termasuk paling sering mendorong suami-istri berkonsultasi. Misalnya, susah penetrasi meski sudah sekian bulan menikah.Bila ada masalah seperti itu, lebih baik konsultasikan secepat mungkin untuk

diatasi. Mungkin saja vagina istri tertutup, selaput daranya keras dan tebal, atau karena frigiditas yang lebih disebabkan faktor psikis. Bisa juga karena takut sehingga otot vagina kaku atau tertutup rapat.

4. Gangguan/Kelainan Organ kelamin Pria. Masalahnya banyak sekali. Mulai dari impotensi hingga ejakulasi prematur dan yang terhambat.Penyebab umumnya bisa psikis dan fisik.

5. Saat Anak Bertanya Soal Seks. Tak ada salahnya berkonsultasi ketika anak sudah mulai aktif/banyak bertanya tentang seks. Kendati pengertian seks di sini bukan berarti hubungan seks, melainkan masih bersifat umum, terutama yang berhubungan dengan jenis kelamin. Semisal, "Kok, aku punya titit, tapi adik enggak, sih?" Tak semua orang tua bisa menjawab dengan jelas dan singkat. Ada pula yang ragu, apakah anak sudah boleh tahu soal seperti itu.

Padahal, salah-salah menjawab atau sama sekali tak menjawab, bisa bahaya buat anak. Ia akan mencari jawaban dari orang lain yang belum tentu dapat memberi jawaban benar. Anak juga akan berpikir, seks adalah sesuatu yang jorok dan tabu dibicarakan.

Tahapan konsultasi
Seperti halnya konsultasi kesehatan antara dokter dengan pasiennya yang dilakukan dengan urutan kerja tertentu agar bisa mengetahui diagnosa penyakit dan tindakan yang akan diambil, demikian juga halnya konsultasi seks. Berikut tahapannya.

* Anamnesa dengan melakukan tanya jawab. Dokter akan menggiring ke arah mana tanya jawab tersebut berlangsung sesuai dengan kasusnya.

* Pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah alat kelamin pria/wanita normal atau tidak, bentuknya seperti apa dan bisa-tidaknya melakukan hubungan seksual.

* Pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Semisal bila ada kecurigaan penyakit diabetes maka akan dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Atau pemeriksaan menggunakan stimulator listrik untuk mengetahui apakah persarafan di daerah alat kelaminnya bagus atau tidak.

Setelah dilakukan poin-poin pemeriksaan tersebut sesuai urutannya, dokter akan menentukan diagnosa penyakitnya serta terapi yang akan dilakukan. Semisal, apakah terapinya cukup dengan konsultasi atau psikoterapi, terapi fisik dengan bantuan obat-obatan, maupun terapi fisik khusus bila ada sesuatu di vagina atau di penis yang perlu diperbaiki. Bila memang perlu bantuan ahli lain, seperti psikiater atau psikolog, maka dokter yang menjadi konsultan seks akan merekomendasikannya.

Lakukan bersama pasangan
Menurut Ferryal, untuk berkonsultasi seks memang diperlukan inisiatif dari diri istri ataupun suami. Namun banyak suami yang merasa harga dirinya hancur akibat impoten atau ejakulasi prematur lantas tak mau berobat. Di sinilah pentingnya pasangan memberi dukungan. Konkretnya, dengan berobat bersama-sama atau setidaknya mnemani/mengantarnya berkonsultasi meski barangkali yang bermasalah hanya istri atau suaminya saja.

Sekalipun suami yang impoten, contohnya, akan lebih bagus bila istri selalu mndampinginya berkonsultasi. Selain merasa dapat dukungan, istri pun bisa diajak membantu melakukan terapi di rumah menggunakan teknik-teknik sesuai yang disarankan dokternya. Hal ini tentu bisa membantu mempercepat proses penyembuhan.

Penulis : Dedeh Kurniasih

Nyeri Saat Berhubungan

Seharusnya seks merupakan kegiatan yang menyenangkan dan paling ditunggu-tunggu pasangan suami istri. Tapi bila kegiatan seks selalu menimbulkan nyeri dan sakit, tak urung gairah pun lama-lama menurun bahkan menghilang.

Rasa nyeri saat bercinta (dysparenia) merupakan salah satu dari disfungsi seksual pada wanita. Gangguan ini bisa dialami kapan saja, misalnya saat pengantin baru, setelah melahirkan, atau tiba-tiba saja terjadi padahal sebelumnya kehidupan seks Anda tak pernah bermasalah.

Menurut situs parenting.com, ada beberapa penyebab terjadinya rasa nyeri, yakni lubrikasi yang kurang atau dinding vagina terlalu peka sehingga mudah terluka. Lubrikasi yang kurang biasanya disebabkan karena foreplay yang belum cukup sehingga vagina masih kering.

Nyeri saat berintim-intim juga bisa terjadi karena menurunnya kadar estrogen dalam tubuh pascamelahirkan, dan masih menyusui. Ada pula penyebab lainnya, yakni infeksi pada vagina akibat keputihan, endometriosis, serta faktor psikologis, seperti kecemasan saat berhubungan atau depresi.

Bisa Diobati

Nyeri senggama sebaiknya jangan didiamkan saja. Segera cari tahu sebabnya agar kemesraan Anda dan pasangan tetap terjaga. Bila penyebabnya adalah kurangnya rangsangan karena suami kurang melakukan 'pemanasan', lakukan komunikasi aktif dengan pasangan.

Tak ada salahnya menambah pengetahuan tentang variasi posisi hubungan seksual sehingga bila salah satu posisi dirasa kurang nyaman, bisa dicoba posisi lainnya.

Pada wanita yang sudah memasuki usia menopause, vagina yang terlalu kering bisa diatasi dengan menggunakan pelumas yang mengandung hormon estrogen.

Jangan lupa berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi. Bila sumber masalahnya adalah stres dan kecemasan terhadap hubungan seks, maka Anda perlu melakukan terapi karena biasanya hal ini berhubungan dengan trauma di masa lalu.

dari : kompas.com

Libido Wanita Mudah Anjlok, Pria Lebih Konsisten

KOMPAS.com — GAIRAH seks perempuan langsung bangkit begitu berada dalam suasana yang aman. Tapi setelah empat tahun menikah atau berpacaran atau kumpul kebo, dorongan seksual wanita menurun.

Berdasarkan penelitian, hanya kurang dari separuh wanita berusia 30 tahun yang menginginkan seks secara reguler. Sementara itu, libido laki-laki tak terpengaruh oleh lamanya relationship, termasuk dalam pernikahan.

Jurnal Human Nature yang terbit pekan ini menyebutkan bahwa perbedaan ini merupakan bagian dari bagaimana manusia mengalami evoluasi. Seorang lelaki memiliki libido yang stabil bisa jadi disebabkan oleh persaingan sifat dengan sesama lelaki untuk sama-sama melindungi perempuan.

Para peneliti dari Rumah Sakit Universitas Hamburg Eppendorf telah mewawancarai 530 pria dan wanita untuk penelitian ini. Hasilnya, 60 persen dari perempuan berusia 30-an tahun menginginkan hubungan seks lebih sering pada awal-awal perkenalan (pernikahan). Tapi dalam masa empat tahun, angka tersebut cenderung menurun hingga di bawah 50 persen.

Untuk kaum Adam, tingkat wanting regular sex bertahan pada angka 60-80 persen. Mereka tak terpengaruh lamanya pacaran atau pernikahan.

Satu hal lagi yang sangat menonjol dari penelitian ini adalah faktor kelembutan (tenderness) bagi perempuan. Sekitar 90 persen perempuan menginginkan kelembutan dari pasangannya, baik pada awal-awal pernikahan atau pacaran hingga akhir hayatnya. Sebaliknya, hanya 25 persen lelaki menginginkan kelembutan. Itu pun dalam kurun waktu 10 tahun menikah/pacaran.

Dr Dietrich Klusmann yang memimpin penelitian ini yakin bahwa perbedaan seksual ini merupakan bagian dari evoluasi manusia. ”Untuk laki-laki, alasan konsisten dalam seks adalah keinginannya untuk selalu melindungi pasangan dari godaan lelaki lain,” katanya.

Di akhir penjelasannya, dr Dietrich bilang bahwa perempuan mengalami evolusi sedemikian rupa sehingga memiliki dorongan seksual tinggi justru ketika mereka baru berkenalan. Mengapa begitu? Ini merupakan tahap awal untuk membentuk apa yang disebut pair bond atau perikatan dengan pasangannya. Nah, ketika hubungan sudah mulai cair, libido perempuan turun.

Ia menambahkan bahwa studi tentang tingkah laku binatang memberikan gambaran bagaimana perempuan saat itu mengalihkan pandangan ke lelaki lain atau pria idaman lain (PIL). Ini untuk mengamankan kombinasi genetiknya.

Kemungkinan lain, perempuan membatasi hasrat seksual justru untuk menggoda atau memancing gairah pasangannya.

Kondom Baru bagi Perempuan

NEW YORK, KOMPAS.com- Kondom bagi perempuan yang lebih murah, lebih banyak pengguna, lebih mudah digunakan (friendly), akan lebih efektif dalam melawan HIV/AIDS dan berbagai penyakit menular seksual lainnya.

Kondom perempuan sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak 1993, tetapi sampai sekarang masih sekadar digunakan untuk pencegahan kehamilan. Kondom perempuan itu belum dikampanyekan untuk pencegahan HIV/AIDS dan PMS, sehingga tingkat penggunaannya juga masih sangat sedikit.

Situasi itu tampaknya akan segera berubah, menyusul disetujuinya kondom perempuan versi baru produksi Female Health Co, bulan lalu oleh FDA. Kondom perempuan versi baru itu menggunakan bahan yang disebut FC2.

Sekitar 35 juta kondom perempuan didistribusikan ke seluruh dunia tahun lalu, tetapi jumlah itu sangat sedikit jika dibandingkan lebih dari 10 juta kondom pria. Pertama memang harga kondom pria masih lebih murah. Cara menggunakannya juga lebih mudah. Persoalannya, banyak pria di negara-negara yang berisiko HIV/AIDS tinggi justru menolak penggunaan kondom.

Meski keduanya mempunyai sifat yang sama, yakni lembut, transparan, FC2 terbuat dari karet sintetis, bukan polyurethane. Dengan bahan karet sintetis itu, biaya produksi FC2 menjadi lebih murah.

Mantan Presiden Female Health Co, Mary Ann Leeper, yang sekarang menjadi penasihat strategi menyatakan, FC2 juga tidak menimbulkan suara berisik ketika dipakai. Perlu diketahui, bahwa keluhan terhadap suara berisik itulah yang menyebabkan kondom perempuan versi lama kurang diterima kaum perempuan itu sendiri.

Dengan biaya produksi yang hanya sepertiga dari versi sebelumnya, FC2 diharapkan bisa terdistribusi jauh lebih banyak dibandingkan sekarang. Untuk saat ini, harga kondom perempuan sekitar 60 sen dollar AS, jauh lebih mahal dibandingkan kondom pria yang 4 sen.

Bagaimana dengan FC2? Kondom perempuan versi baru itu dikatakan telah diterima berbagai organisasi internasional. Female Health Co tahun lalu bahkan sudah menjual ke seluruh dunia sebanyak 14 juta.

Hubungan seksual

Hubungan seksual, khususnya coitus, adalah bentuk kopulasi bagi manusia. Istilah hubungan seksual merujuk pada area yang lebih luas dalam aktivitas seksual dibandingkan dengan istilah coitus, yang hanya merujuk pada seks antar alat kelamin pria dan wanita.

Coitus mungkin didahului dengan foreplay, yang menyebabkan gairah pada partner, menyebabkan terjadinya ereksi dari penis dan pelumasan alami pada vagina.

Untuk memulai sebuah hubungan seksual, penis yang telah ereksi dimasukkan ke dalam vagina dan salah satu partner atau keduanya menggerakkan pahanya untuk membuat penis bergerak maju dan mundur di dalam vagina dan menghasilkan gesekan, tanpa sama sekali mengeluarkan penis secara penuh. Dengan demikian, mereka merangsang diri sendiri maupun partnernya hingga orgasme dan ejakulasi diperoleh. Penetrasi dengan penis juga dikenal dengan intromission atau dengan nama Latin immissio penis.


Reproduksi seksual

Coitus adalah metode dasar reproduksi manusia. Selama ejakulasi, yang umumnya disertai dengan orgasme pada pria, serangkaian kontraksi otot mengirimkan air mani yang berisi gamet pria yang dikenal sebagai sel sperma atau spermatozoa ke dalam ruang vagina.

Rute yang dilalui dalam ruang vagina adalah melalui cervix menuju rahim dan kemudian menuju ke tuba fallopi. Jutaan sperma terdapat dalam setiap ejakulasi, untuk meningkatkan kemungkinan sebuah pembuahan dengan sel telur atau ovum. Sel sperma dapat bertahan hingga sembilan hari dalam tubuh wanita. Ketika sebuah sel telur yang subur dari wanita terdapat dalam tuba fallopi, gamet pria bergabung dengan ovum menghasilkan pembuahan dan pembentukan sebuah embrio baru. Ketika sebuah ovum yang telah terbuahi mencapai rahim, ia akan tertanam pada dinding uterus, yang dikenal dengan endometrium dan kehamilan dimulai.

Hubungan seksual dalam agama

Hubungan seksual dalam agama tidak berbeda dengan hubungan seksual yang dijelaskan dalam biologi yaitu memasukkan alat kelamin pria (penis) ke dalam alat kelamin wanita (vagina). Namun, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi:

hubungan seksual hanya dilakukan oleh sepasang suami-istri yang sah secara hukum agama
hubungan seksual tidak dilakukan pada saat seorang istri sedang haid
hubungan seksual hanya dibenarkan melalui vagina, dan tidak melalui anus. Dengan demikian, anal sex tidak dibenarkan dalam agama.

Bentuk lain hubungan seksual

Seks oral
Seks oral terdiri dari semua aktivitas seksual yang melibatkan penggunaan mulut dan lidah.

Seks anal
Seks anal adalah hubungan seksual di mana penis yang ereksi dimasukkan ke rektum melalui anus. Selain itu penetrasi anus dengan dildo, butt plug, vibrator, lidah, dan benda lainnya juga disebut anal seks. Anal seks dapat dilakukan oleh orang heteroseksual maupun homoseksual.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas